Peluang Bisnis Fashion Indonesia

Peluang Bisnis Fashion Indonesia – ‘Kudet’ alias kurang update merupakan julukan yang menyeramkan bagi anak-anak muda. Bagaimana tidak, update terhadap inovasi dan perubahan adalah hal yang mutlak dilakukan oleh segala kalangan dalam era globalisasi ini. Namun, memasuki era 2016 ini, menjadi update adalah kebutuhan bagi segala usia. Mulai dari update terhadap kemajuan teknologi, media, informasi dan pendidikan, kuliner, hingga pada masalah fashion.

Fashion adalah pengembangan dari salah satu kebutuhan dasar manusia, yaitu sandang. Bermula dari kebutuhan dasar, pada akhirnya kini sandang atau pakaian beralih fungsi menjadi alat pemenuhan kebutuhan dasar yang sekaligus memiliki fungsi ganda untuk menunjang keinginan setiap orang untuk dapat tampil menawan. Keinginan tersebutlah yang kemudian memprakarsai munculnya fashion.

Memasuki tahun 2016, fashion menjadi hal yang harus semakin diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari baju, celana atau rok, hingga ke aksesoris pendukung lainnya seperti topi, tas, sepatu, kalung, cincin, gelang, syal, dasi dan lain sebagainya. Tidak hanya di kalangan anak muda, fashion kini juga semakin diperhatikan oleh segala usia, baik kaum adam maupun hawa.

Perkembangan dunia fashion pun terus melaju dengan berbagai inovasi model. Hal tersebut tidak lepas dari peran artis papan atas yang selalu menjadi sorotan dan acuan bagi masyarakat dalam masalah berpakaian.

Jika gaya berpakaian ala anak Band Indonesia sempat digandrugi oleh remaja, maka belakangan ini gaya berpakaian artis sinetronlah yang sangat digemari. Semakin maraknya sinetron yang bernuansa Islami, di mana para aktrisnya mengenakan hijab dengan berbagai macam trend, juga menginspirasi para muslimah Indonesia untuk mengikuti jejak fashion tersebut.

Beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia sempat tersihir dengan fashion Boy Band dan Girl Band asal negeri Ginseng, Korea Selatan. Masyarakat seakan terbius dan berbondong-bondong berdandan serta berpakaian ala Korea Selatan karena terinspirasi kecantikan dan ketampanan para personil Boy Band dan Girl Band tersebut.

Tidak hanya itu, pengaruh fashion dari belahan bumi bagian Barat pun memiliki andil yang cukup besar. Monochrome, kotak-kotak, denim-shirt, crop-top, serta permainan warna dalam berfashion pun menjadi inspirasi bagi masayarakat di Indonesia.

Kreatifitas dalam menginovasikan sarana-sarana fashion pun semakin marak diperbincangkan, bahkan ada beberapa channel YouTube dan stasiun televisi yang secara khusus membahas tutorial dalam inovasi fashion pada era ini. Tak terelakan lagi bahwa media memiliki peranan yang besar dalam mengedukasi masyarakat, salah satunya dalam masalah fashion.

Pada hakikatnya, pakaian digunakan untuk melindungi bagian-bagian tubuh dari rasa panas, dingin dan sengatan langsung pada sinar matahari sehingga tubuh terasa nyaman. Tapi, di era ini gaya fashion dalam berpakaian sudah tidak lagi mengacu pada fungsi pakaian itu sendiri. Banyak orang yang rela merasa tidak nyaman dengan gaya fashion dalam cara berpakaian mereka tetapi tetap bersikeras untuk menggunakannya agar dapat tampil cantik pada acara bersama teman-teman, pesta ulang tahun atau pernikahan, dan acara-acara lainnya.

Dapat dikatakan bahwa kini fashion telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Kini, bisnis fashion telah menjadi salah satu bisnis menjanjikan bagi para pengusaha di Indonesia. Bagaimana tidak, hukum dan prinsip dasar ekonomi mengenai permintaan dan penawaran sudah menjadi jawabannya. Jika masyarakat (konsumen) melakukan permintaan kepada pasar, maka pengusaha (produsen) akan memberikan penawaran sebagai respon terhadap permintaan masyarakat. Semakin banyak permintaan masyarakat, makan akan semakin banyak juga penawaran yang bisa diberikan oleh para produsen.

Eddy Hartono, pendiri brand fashion Hammer yang sudah sukses bekecimpung dalam bidang fashion optimis bahwa bisnis ini sangat menjanjikan. Seperti yang dikutip dari swa.co.id, Eddy Hartono berpendapat bahwa manusia tidak terlepas dari Industri fashion, terutama wanita. Menurutnya, orang bisa hemat makan, tapi penampilan tetap akan dijaga.

Jakarta Fashion Week, salah satu event fashion paling terkenal di Indonesia membagikan tips yang dikemukakan oleh Zakaria Zack Hamzah, Operational Director Alleira Batik, Island Shop, dan Fame Agenda dan Director dari label May & June melalui website resminya. Para pengusaha fashion tersebut setuju bahwa salah satu kunci kesuksesan sebuah brand adalah membina hubungan baik dengan pelanggan. Strategi komunikasi masing-masing brand dengan pelanggan mungkin berbeda-beda, misalnya dengan menggunakan social media atau menyelenggaraan event.

Yup, sosial media kini memang menjadi alat promosi yang sangat diminati para pengusaha, terlebih jika segmen pasarnya adalah generasi muda. Selain karena merupakan alat promosi yang murah, akses untuk mencapai target audience juga cukup cepat dan mudah. Salah satu bukti nyatanya adalah Sinta Permata Sari. Ia adalah seorang mahasiswi asal Surabaya yang sudah menggeluti bisnis fashion online sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Kini, ia telah berhasil mengantongi omset puluhan juta setiap bulannya.

Setiap orang mampu membuat bisnisnya sendiri. Jadi, apakah Anda siap menjadi pengusaha fashion sukses selanjutnya? Mulailah dari langkah pertama. Produk fashion tanpa adanya label baju seperti seseorang tidak berindentitas. Produk fashion dan label baju saling melengkapi untuk menjadi tampak sempurna. Karena begitu biasanya label baju dibutuhkan dengan cepat, agar produksi fashion tetap berjalan. SentraLabel menyediakan jasa pembuatan label untuk brand pakaian, kaos, sepatu, dan tas untuk menunjang pembuatan bisnis Anda.

Label produksi SentraLabel tiga keunggulan, yaitu kualitas, harga dan pilihan. Jika Anda telah siap memantapkan karir sebagai pengusaha fashion, kami siap menjadi partner Anda untuk memproduksi label brand Anda. Untuk info lebih lanjut, dapat hubungi kami.


Top